KOTA BANDUNG, MGP - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Jawa Barat maupun unsur TNI/ Polri serta unsur terkait menyusul suasa tenang selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1446 Hijriyah Tahun 2025.
Menurut Gubernur, selama Ramadhan kali ini euforia ngabuburit serta membangunkan sahur yang berlebihan telah berkurang.
“Hari ini kan ada suasana kebatinan yang menurut saya sangat baik. Situasi Ramadhan hari ini, situasinya sangat tenang, tentram dan kemudian masyarakat tidak terjadi euforia yang berlebihan,” ucap KDM, panggilan akran Dedi Mulyadi, usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2025 Dalam Rangka Persiapan Pelaksanaan Pengamanan Idul Fitri 1446 H Tahun 2025, di Akses Jl. Diponegoro Gedung Sate, Kamis (20/2/2025).
“Ridak ada eforia ngabuburit yang seperti dulu, euforia membangunkan sahur yang seperti dulu. Hari ini relatif orang lebih tenang, lebih memahami makna puasa secara mendalam,” imbuhnya.
Gubernur berharap kondisi tenang ini bisa berlanjut hingga hari raya Idul Fitri nanti dan setelahnya. Ia juga menilai kebutuhan pokok kali ini sangat terkendali dan tidak terjadi lonjakan harga yang biasanya menjadi keluhan para ibu-ibu.
“Kebutuhan pokok hariini sangat terkendali, pasar tidak terjadi lonjakan harga. Mudah-mudahan nanti jalan rayanya lancer, tidak ada kriminalitas di jalan kemudian mudah-mudahan angka kecelakaanya “zero,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga mengapresiasi kepada personil yang akan bertugas selama masa Lebaran 2025 ini. “Para petugas tersebut tentunya akan melewatkan momen Idul Fitri bersama keluarga. Saat orang lain sholat Idul Fitra dan Takbiran mereka ditempat kerja. Itu sebenarnya kesedihan,” tutur Dedi.
Oleh karenanya Dedi mengajak kepada masyarakat untuk memberikan apresiasi kepada para petugas tersebut yang siap membantu para pemudik selama diperjalanan, hingga perjalanan aman dan lancar.
“Warga harus mengapresiasi, atas langkah-langkah yang dilakukan oleh para petugas yang kurang tibur, berdiri dipinggir jalan berjam-jam yang menghadapi kemacetan harus penuh dengan kesabaran. Mudah-mudahan menjadi amal kebagian bagi para petugas,” pungkas Dedi.
Red